Nisaluthfi

Pict by Med Ahabchane from Pixabay

Run…
Run…
Run…

wherever you run
will always catching behind
nightmare you never want
come tormenting your mind
creep into your soul to find
thing you fearing the most

avoid me at your best
haunt you, I won’t rest
regret will what you get
laying down your pride
ego close to crash out

let bravery to make a way
embrace me and come forward
or shake in fear keep run away
life will remember you’re coward

for good I will be gone
when all lessons are done
do you know what am I?

I am your wound
that never meant to be bound
I shouldn’t be kept around

(June, 2022)

--

--

Pict by RyanMcGuire from Pixabay

barangkali memang sejak semula
atau mungkin baru-baru ini saja
siapa gerangan sanggup mengira
kalau bukan kau dan Sutradara

jalin perkenalan karena cinta
pupus tuntas terpisah dusta
tertimbun himpunan kata-kata
menguap bersama sesal airmata
setidaknya, hanya itu yang terkira…

mendengung suara-suara
tak berisi, tak ada makna
mungkin kiranya kau tak mengapa
hanya baik-baik saja, namun dia
telah kenyang menelan nestapa
meregang jiwa teracuni sandiwara

usah kiranya panjang berlama-lama
keluh kesah tak enak untuk dibaca
baiknya jangan langsung percaya
barangkali sajak ini hanya dusta belaka
ha…ha…ha…

(Juni, 2022)

--

--

Pict by author

semesta selalu punya cara
memanjat puja pada pencipta
berayun dentang dalam irama
bersenandung riuh tak bersuara

sebagai bagian dari semesta
semestinya terlarut dalam nada
hati terlampau banyak bicara
terpenjara riuh gemuruh dunia

rindu memuncak berujung perih
iri pada yang selalu bertasbih
adakah dalam diri masih berselisih
nafsu dan taat bertumpang tindih

kelana panjang berburu waktu
berkejaran menuju tujuan semu
munajat di keabadian hati merindu
semayam dalam raga fana menunggu
ketika sedang tak berperang nafsu
ijinkan aku memujaMu
selalu…

Juni, 2022

--

--

jika Dikau tak karuniakan jalan,
ketauhilah bahwa jiwa pasti tersesat:
jiwa yang hidup tanpaMu —
anggaplah itu mati!

jika Dikau perlakukan dengan buruk
hamba-hambaMu,
jika Dikau mencerca mereka, Tuhan,
Dikaulah Raja —
tak soal apa pun yang Dikau lakukan,

dan jika Dikau menyebut matahari,
rembulan indah itu “kotor”,
dan jika Dikau katakan si “jahat”
adakah rampingnya cemara nun di sana itu,
dan jika Dikau katakan Takhta
semua alam itu “rendah”,
dan jika Dikau sebut lautan
dan tambang emas “fakir lagi miskin” —
itu sah saja,
sebab Dikaulah yang Mahasempurna:
Dikaulah satu-satunya yang mampu
menyempurnakan segala yang fana!

Jalaluddin Rumi — Matsnawi

Pict by author

--

--

Image courtesy of Google

segala harap habis terbantai
asa percaya tercerai-berai
merana diri tak jua selesai

langkah kaki terayun gontai
air mata jatuh berderai-derai
tak tahu sebab berandai-andai

waktu berjalan rasa berantai-rantai
sakitnya sungguh tak kunjung usai
nafas tersengal-sengal tak tergapai

bau busuk menguar tak terurai
aku termakan kata-kata bangkai
sial! dasar mulut bangkai!

Januari, 2022

--

--

Image courtesy of Google

gemuruh guntur membentur angkasa
mencipta nada bersama runtuhan tirta
yang selama ini sabar dinanti telah tiba
suka cita tak kuasa membuncah dada

ia yang tersimpan sunyi retak oleh teriak
kilatan petir membuat semakin bersorak
sepasang kaki tak sabar berlari bergerak
bibir mungil tak henti bernyanyi berdecak

melompat menari mencipta kecipak cipak
dalam raga mendewasa ia tetap berdetak
ringan bergembira tanpa syarat prasangka
anak-anak memang tak pelihara rasa curiga

kata dan luka karena alpa terhapus lupa
esok kembali berjuang riang merajut asa
tak ia simpan dendam dan luka terlalu lama
anak-anak memang paling tahu cara bahagia

dalam deras runtuh hujan aku menyelam
menuju bayang kenangan kelam masa silam
jiwa anak-anak membuat nyala ego padam
ia tak pernah kapok meski telah luka lebam

Januari, 2022

--

--

Image courtesy of Google

karunia untuk seorang pengelana
lahir dari cinta kasih Sang Pencinta
kawan berjalan dalam suka dan duka
agar tak lagi sendiri melawan dunia

merengkuh rahmah Ilahi sbagai amanat
ikrar ijab terucap dalam upacara khidmat
taat dalam niat ibadat sampai akhir hayat
pada Sang Maha Cinta segala harapan tertambat
salam selamat dan do’a semesta untukmu, sahabat…

--

--

A Short Note

Ikhlas is acceptance and completely letting go, beautifully combined. It is a feeling that certainly need to be achieved when reality different from your wishes, dream, or expectation.

Ocean not only accommodate various water, also rubbish and garbage. If a heart can be like an ocean, wholly accommodate and manage any feeling, even the worst one.

Journey through ikhlas may be done in a glimpse of an eye, days, or years. And when time is running out before achieving it, I will bring any of those ugly feeling to my eternal rest.

So, how is ikhlas feels like?

When you defecate, have you ever bringing up about your shit again? That’s right, you let the shit go.

--

--