Image courtesy of Google

Detak Anak-anak

gemuruh guntur membentur angkasa
mencipta nada bersama runtuhan tirta
yang selama ini sabar dinanti telah tiba
suka cita tak kuasa membuncah dada

ia yang tersimpan sunyi retak oleh teriak
kilatan petir membuat semakin bersorak
sepasang kaki tak sabar berlari bergerak
bibir mungil tak henti bernyanyi berdecak

melompat menari mencipta kecipak cipak
dalam raga mendewasa ia tetap berdetak
ringan bergembira tanpa syarat prasangka
anak-anak memang tak pelihara rasa curiga

kata dan luka karena alpa terhapus lupa
esok kembali berjuang riang merajut asa
tak ia simpan dendam dan luka terlalu lama
anak-anak memang paling tahu cara bahagia

dalam deras runtuh hujan aku menyelam
menuju bayang kenangan kelam masa silam
jiwa anak-anak membuat nyala ego padam
ia tak pernah kapok meski telah luka lebam

Januari, 2022

--

--

--

warm chocolate muffins 🧁

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Nisaluthfi

Nisaluthfi

warm chocolate muffins 🧁

More from Medium

POLKABRIGE

“The Homecoming” by Rabindranath Tagore

This Hoodie…